NICE HOME WORK #2
“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”
a. Sebagai individu
- Sholat di awal waktu
- Berdzikir dan berdoa setelah sholat
- Sholat rawatib sebelum/setelah sholat fardhu
- Sholat dhuha setiap hari
- Sholat tahajjud minimal 1x seminggu
- Dzikir pagi petang
- Baca al-quran 1 lembar per hari
- menghafal juz 30 1 ayat per hari yang belum dihafal
- Menyelesaikan tugas kantor
b. Sebagai istri
- Membuat rumah bersih dan rapi
- Lebih disiplin dalam segala hal di rumah. Ex: jam makan, main, dll
- Lebih perhatian terhadap suami
- Tampil menarik di hadapan suami
c. Sebagai ibu
- Tidak memarahi/mencubit jika anak berbuat salah
- Mendampingi anak bermain di rumah
- Mendampingi Ghaly melajar membaca dan baca wafa setiap malam
- Mendongengkan anak minimal 3x setiap minggu
- Membuat tugas harian anak sesuai umurnya.
Minggu, 30 Oktober 2016
Sabtu, 29 Oktober 2016
Dulu dan sekarang
Melihat fenomena teknologi yang semakin canggih memang bikin takjub namun terkadang membuat kita geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, jaman saya SD teknologi informasi yang ada masih televisi, radio dan telepon rumah. Surat kabar dan majalah masih merajai bisnis media. Satu-satunya saluran tv yang ada yaitu TVRI... RCTI dan SCTV muncul di tahun 1989 dan 1990 dengan hari ulang tahun yang sama, yaitu 24 Agustus. Selanjutnya satu per satu saluran TV nasional bertambah; TPI, indosiar, AnTV, Trans TV, TV7, global TV, dll. Dalam perjalanannya, stasiun TV juga mengalami dinamika. Ada yang berganti nama, berganti pemilik, bersatu dalam perusahaan yang sama, dll...dll.
Dulu, kalo orang sudah punya antena parabola, itu sudah sangat sangat keren.. karena tidak semua orang bisa beli. Tapi lama kelamaan hampir semua orang memilikinya. Coba liat ke desa, hampir semua orang ber parabola meskipun rumahnya, maaf, hampir roboh....
Kembali ke masa kini... lonjakan teknologi luar biasa pesatnya. Kalau dulu mau menghubungi keluarga yang jauh paling bantel lewat telepon by interlokal di wartel, sekarang tinggal tekan nomor hp/telpon, sambil baring pun komunikasi sudah terhubung. Bahkan kini, wajah dan aktivitas kita bisa terpantau lewat hp. Rasa kangen bagi yang LDR-an bisa terobati dengan banyaknya fasilitas yang disediakan, misalnya videocall, line, skype, dll...dll...
Saking canggihnya teknologi, orang-orangpun tergerak untuk semakin kreatif memuaskan pelanggan.
Gojek misalnya, aplikasi ini tercipta untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mobilitasnya. Selanjutnya karena pangsa pasar yang semakin meningkat, maka ditingkatkan pula menjadi go car dan go food. Khusus go food, konsumen yang menginstalnya termanjakan dengan aplikasi ini. Mau makan tapi lagi mager alias malas gerak, go food sangat membantu. Tinggal buka hp, pilih tempat makan, pilih menu... sim salabim dalam waktu yang tidak lama, makanan yang diidamkan muncul di depan mata....
Ya... beginilah realita sekarang.. waktu yang dirasa semakin cepat, pekerjaan yang serasa tiada habisnya, jalanan yang semakin macet, daaaan nafsu makan yang semakin besar akibat banyaknya foto-foto makanan berseliweran di media sosial. Hal ini menyebabkan manusia kian membutuhkan relaksasi sejenak dan "me time" yang bisa membuatnya santai sejenak. Akibatnya apa? Rasa malas melanda..
Seperti saat ini lagi malas masak dan maunya makan bakso bang yus... oke... oke mari pesan di mas go food. Cuuuussssss
Tulisan yang ga jelas endingnya, ga boleh baper, lagi malas berpikir ^_^
#OWOP
#rumbelmenulisiip
#iipsulsel
Dulu, kalo orang sudah punya antena parabola, itu sudah sangat sangat keren.. karena tidak semua orang bisa beli. Tapi lama kelamaan hampir semua orang memilikinya. Coba liat ke desa, hampir semua orang ber parabola meskipun rumahnya, maaf, hampir roboh....
Kembali ke masa kini... lonjakan teknologi luar biasa pesatnya. Kalau dulu mau menghubungi keluarga yang jauh paling bantel lewat telepon by interlokal di wartel, sekarang tinggal tekan nomor hp/telpon, sambil baring pun komunikasi sudah terhubung. Bahkan kini, wajah dan aktivitas kita bisa terpantau lewat hp. Rasa kangen bagi yang LDR-an bisa terobati dengan banyaknya fasilitas yang disediakan, misalnya videocall, line, skype, dll...dll...
Saking canggihnya teknologi, orang-orangpun tergerak untuk semakin kreatif memuaskan pelanggan.
Gojek misalnya, aplikasi ini tercipta untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mobilitasnya. Selanjutnya karena pangsa pasar yang semakin meningkat, maka ditingkatkan pula menjadi go car dan go food. Khusus go food, konsumen yang menginstalnya termanjakan dengan aplikasi ini. Mau makan tapi lagi mager alias malas gerak, go food sangat membantu. Tinggal buka hp, pilih tempat makan, pilih menu... sim salabim dalam waktu yang tidak lama, makanan yang diidamkan muncul di depan mata....
Ya... beginilah realita sekarang.. waktu yang dirasa semakin cepat, pekerjaan yang serasa tiada habisnya, jalanan yang semakin macet, daaaan nafsu makan yang semakin besar akibat banyaknya foto-foto makanan berseliweran di media sosial. Hal ini menyebabkan manusia kian membutuhkan relaksasi sejenak dan "me time" yang bisa membuatnya santai sejenak. Akibatnya apa? Rasa malas melanda..
Seperti saat ini lagi malas masak dan maunya makan bakso bang yus... oke... oke mari pesan di mas go food. Cuuuussssss
Tulisan yang ga jelas endingnya, ga boleh baper, lagi malas berpikir ^_^
#OWOP
#rumbelmenulisiip
#iipsulsel
Minggu, 23 Oktober 2016
NHW #1
NHW #1 ADAB MENUNTUT ILMU
1. Jurusan ilmu yang saya pilih pada madrasah kehidupan ini adalah lingkungan hidup
2.Alasan terkuat yang membuat saya ingin fokus pada jurusan tersebut adalah 1) Saya kuliah di jurusan kehutanan dan kerja di ementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2) Saya sangat mencintai lingkungan, kebersihan dan keasrian. 3) Saya ingin dunia bisa lebih indah dengan pepohonan. 4) saya bercita2 anak keturunan saya masih bisa menikmati udara bersih
3. Strategi menuntut ilmu yang saya rencanakan di bidang tersebut adalah dengan memulai dari diri sendiri dan memperlihatkannya ke anak, sehingga timbul kesadaran dan akhirnya dengan senang hati mencintai lingkungan. Contoh paling kecilnya dengan membuang sampah di tempat sampah, meminimalisir sampah plastik dan menanam pohon.
4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap yang saya perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut adalah dengan mencari sumber2 ilmu alternatif penggunaan aktivitas rumah tangga. Misalnya mendaur ulang limbah rumah tangga, menggunakan lembaran sebelah dari kertas kantor, menggunakan popok kain dan pembalut kain. Walaupun tidak mudah melaksanakannya, mengingat aktifitas yang padat dan godaan akan kemudahan menggunakan yang dijual bebas, namun paling tidak sedikit demi sedikit bisa diterapkan.
1. Jurusan ilmu yang saya pilih pada madrasah kehidupan ini adalah lingkungan hidup
2.Alasan terkuat yang membuat saya ingin fokus pada jurusan tersebut adalah 1) Saya kuliah di jurusan kehutanan dan kerja di ementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2) Saya sangat mencintai lingkungan, kebersihan dan keasrian. 3) Saya ingin dunia bisa lebih indah dengan pepohonan. 4) saya bercita2 anak keturunan saya masih bisa menikmati udara bersih
3. Strategi menuntut ilmu yang saya rencanakan di bidang tersebut adalah dengan memulai dari diri sendiri dan memperlihatkannya ke anak, sehingga timbul kesadaran dan akhirnya dengan senang hati mencintai lingkungan. Contoh paling kecilnya dengan membuang sampah di tempat sampah, meminimalisir sampah plastik dan menanam pohon.
4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap yang saya perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut adalah dengan mencari sumber2 ilmu alternatif penggunaan aktivitas rumah tangga. Misalnya mendaur ulang limbah rumah tangga, menggunakan lembaran sebelah dari kertas kantor, menggunakan popok kain dan pembalut kain. Walaupun tidak mudah melaksanakannya, mengingat aktifitas yang padat dan godaan akan kemudahan menggunakan yang dijual bebas, namun paling tidak sedikit demi sedikit bisa diterapkan.
Senin, 17 Oktober 2016
Selamat Jalan Tante Tersayang
Angin bertiup kencang.... daun-daun Angsana juga berguguran, tersapu colekan hujan di awal bulan Oktober. Jiwa-jiwa yang beku tak berhenti komat-kamit melafazkan syahadat membantu jiwa lainnya yang terbujur di pembaringan.....
Malam ini 5 Oktober 2016, kami bersaudara, bersepupu dan tante-tante sedang berjuang membantu memuluskan jalan tante tertua kami dalam menghadapi sakratul mautnya, sebelum beliau dijemput malaikat pencabut nyawa.....
Sedih tak berujung.... tangis senantiasa terselip diantara untaian kalimat tauhid dan doa - doa agar beliau dimudahkan sakratul maut dan diberkahi dengan khusnul khotimah. Walaupun sakit tak terkira yang beliau rasakan, tapi tak sedikitpun waktu yang disiakan tanpa menyebut 'Laa ilaaha illallah....Muhammadarrasulullah"....
Masya Allah.... Lidah yang mulai menebal tak menyusutkan beliau untuk mengalunkan nama Allah... Meski suara tak lagi sempurna, namun gerakan lidah dan bibir tak bisa memungkiri bahwa ada persaksian dari hamba Allah yang berharap memperoleh Magfirah dan ampunan Allah di sisa nafasnya...
Innalillahi wa inna ilaihirrojiun... "Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati" (QS. 3 : 185)
Hari Rabu, 5 Oktober 2016, pukul 23.30 WITA, telah berpulang kerahmatullah tante kami, orangtua kami Hj. Andi Darmawati Ladju. Hilang sudah segala penderitaan yang selama ini beliau rasakan, Terbebas pula segala sakit yang menghinggapinya. Sampai nafas di ujung lidah, Alhamdulillah tak berhenti asma Allah terucap. Tak ada koma, tak ada linglung, hanya kesadaran yang nyata yang tampak di depan mata. Beberapa jam sebelum belau wafat, masih sempat sholat magrib dan isya, masih sempat menggunting kuku dan meminta kami membacakan yasin. Yaa Allah, semoga beliau khusnul khotimah. Ampunilah dosa-dosanya dan terimalah seluruh amal ibadahnya. Aamiin
----------------------
Duhai Allah.... betapa berat yang namanya sakratul maut... Betapa sakitnya ruh dicabut dari raga yang selama ini seiring sejalan... Dan betapa beruntungnya manusia yang mendapatkan rahmatmu sehingga di ujung hidup masih Kau berkenan memberinya kemampuan untuk bersyahadat.
Pada hari berpisahnya ruh dengan raga, tak akan ada lagi gunanya harta, tak menolong lagi yang namanya pangkat, kekuasaan, dan gelar kebangsawanan. Hanya amal kebajikan yang mampu menolong.... Hanya kedermawanan Allah semata yang mampu menyelamatkan manusia dari dahsyatnya peristiwa ini....
Kita yang masih hidup di dunia ini masih tanda tanya, bagaimana kelak akhir hidup kita. Semoga kita semua tergolong orang-orang yang beruntung yang senantiasa ingat kepada Allah sampai di penghabisan nafas, dikaruniai khusnul khotimah dan dimudahkan sakratul maut hingga waktu perjanjian hidup kita telah habis....
- Insyaa Allah-
#OWOP
#rumbelmenulisIIP
#IIPSulawesi
Malam ini 5 Oktober 2016, kami bersaudara, bersepupu dan tante-tante sedang berjuang membantu memuluskan jalan tante tertua kami dalam menghadapi sakratul mautnya, sebelum beliau dijemput malaikat pencabut nyawa.....
Sedih tak berujung.... tangis senantiasa terselip diantara untaian kalimat tauhid dan doa - doa agar beliau dimudahkan sakratul maut dan diberkahi dengan khusnul khotimah. Walaupun sakit tak terkira yang beliau rasakan, tapi tak sedikitpun waktu yang disiakan tanpa menyebut 'Laa ilaaha illallah....Muhammadarrasulullah"....
Masya Allah.... Lidah yang mulai menebal tak menyusutkan beliau untuk mengalunkan nama Allah... Meski suara tak lagi sempurna, namun gerakan lidah dan bibir tak bisa memungkiri bahwa ada persaksian dari hamba Allah yang berharap memperoleh Magfirah dan ampunan Allah di sisa nafasnya...
Innalillahi wa inna ilaihirrojiun... "Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati" (QS. 3 : 185)
Hari Rabu, 5 Oktober 2016, pukul 23.30 WITA, telah berpulang kerahmatullah tante kami, orangtua kami Hj. Andi Darmawati Ladju. Hilang sudah segala penderitaan yang selama ini beliau rasakan, Terbebas pula segala sakit yang menghinggapinya. Sampai nafas di ujung lidah, Alhamdulillah tak berhenti asma Allah terucap. Tak ada koma, tak ada linglung, hanya kesadaran yang nyata yang tampak di depan mata. Beberapa jam sebelum belau wafat, masih sempat sholat magrib dan isya, masih sempat menggunting kuku dan meminta kami membacakan yasin. Yaa Allah, semoga beliau khusnul khotimah. Ampunilah dosa-dosanya dan terimalah seluruh amal ibadahnya. Aamiin
----------------------
Duhai Allah.... betapa berat yang namanya sakratul maut... Betapa sakitnya ruh dicabut dari raga yang selama ini seiring sejalan... Dan betapa beruntungnya manusia yang mendapatkan rahmatmu sehingga di ujung hidup masih Kau berkenan memberinya kemampuan untuk bersyahadat.
Pada hari berpisahnya ruh dengan raga, tak akan ada lagi gunanya harta, tak menolong lagi yang namanya pangkat, kekuasaan, dan gelar kebangsawanan. Hanya amal kebajikan yang mampu menolong.... Hanya kedermawanan Allah semata yang mampu menyelamatkan manusia dari dahsyatnya peristiwa ini....
Kita yang masih hidup di dunia ini masih tanda tanya, bagaimana kelak akhir hidup kita. Semoga kita semua tergolong orang-orang yang beruntung yang senantiasa ingat kepada Allah sampai di penghabisan nafas, dikaruniai khusnul khotimah dan dimudahkan sakratul maut hingga waktu perjanjian hidup kita telah habis....
- Insyaa Allah-
#OWOP
#rumbelmenulisIIP
#IIPSulawesi
Rabu, 31 Agustus 2016
Teori Hidupku II
Masih dari facebook... Masih dari lanjutan Teori Hidup I.... dan masih dengan diriku yang senantiasa mencari jati diri...
Teori Hidupku II
Hidup terkadang sangat indah seperti
lukisan pelangi diangkasa yang memberikan kita tangga untuk mendaki ke surga.
Namun tidak jarang pula menghimpit sampai2 untuk bernafas pun susah. Dan
mungkin tidak ada manusia yang hidup tanpa terjangan masalah. Like me, you, them,
today, yesterday n maybe tomorrow. Who knows? Hidup mengajari kita berbagai
makna dan arti dalam mencapai kebahagiaan. dan kebahagiaan sejati tatkala semua
masalah dapat dihadapi dengan bijak….
- Oneal-
Makassar, 13 Mei 2016
- Oneal-
Makassar, 13 Mei 2016
Selasa, 30 Agustus 2016
Teori Hidupku
Lagi ngubek note di
facebook, dapat tulisan jadul waktu masih gadis... Lumayan bisa liat
perbandingan pola pikirku waktu itu dengan yang sekarang. Masya Allah,
ternyata dari dulu memang sudah suka merenung, tafakur dan senantiasa
bersyukur dengan sensasi nikmat dan kesuilitan yang diberi oleh Allah.
Teori Hidupku
Rangkaian peritiwa terjadi terus-menerus, berseliweran disekitar kita dan semuanya akan berlalu dan menjadi sesuatu yang terlupakan suatu saat. saudaramu lulus sarjana, temanmu lagi jatuh cinta, ayahmu pensiun, tetanggamu punya mobil baru, bencana alam di TV dan berjuta kejadian lainnya.
Tapi dengan aktivitas yang menggunung, kita seringkali tidak sempat untuk menoleh dan melihat kejadian tersebut dengan sungguh2. hanya menjadi pajangan dan numpang lewat sejenak dalam kamus hidup kita. padahal sebenarnya hal itulah yang membuat hidup kita lebih berwarna dan semerbak. Dulu waktu baru tamat kuliah n lagi gencar2nya cari kerja, aku sering ngomong sama sahabatku, bahwa hidup ini seperti televisi, banyak serinya, banyak tipenya. ada yang hitam putih, ada yang warna. dan aku mau televisi yang berwarna, slim, flat dan yang paling canggih!!!…. memang sih kedengarannya mengada-ada, tapi hidupkan dibangun dari mimpi2 dan pemikiran. kalo di pikiran sudah kerdil, gimana realisasinya?? ya kan??
Cekidotttttt.....
Teori Hidupku
Rangkaian peritiwa terjadi terus-menerus, berseliweran disekitar kita dan semuanya akan berlalu dan menjadi sesuatu yang terlupakan suatu saat. saudaramu lulus sarjana, temanmu lagi jatuh cinta, ayahmu pensiun, tetanggamu punya mobil baru, bencana alam di TV dan berjuta kejadian lainnya.
Tapi dengan aktivitas yang menggunung, kita seringkali tidak sempat untuk menoleh dan melihat kejadian tersebut dengan sungguh2. hanya menjadi pajangan dan numpang lewat sejenak dalam kamus hidup kita. padahal sebenarnya hal itulah yang membuat hidup kita lebih berwarna dan semerbak. Dulu waktu baru tamat kuliah n lagi gencar2nya cari kerja, aku sering ngomong sama sahabatku, bahwa hidup ini seperti televisi, banyak serinya, banyak tipenya. ada yang hitam putih, ada yang warna. dan aku mau televisi yang berwarna, slim, flat dan yang paling canggih!!!…. memang sih kedengarannya mengada-ada, tapi hidupkan dibangun dari mimpi2 dan pemikiran. kalo di pikiran sudah kerdil, gimana realisasinya?? ya kan??
Kembali ke beragam peristiwa
tadi.. sejatinya, kita istirahat sejenak dari berbagai kepenatan dunia, duduk
tafakur menikmati indahnya alam, ciptahan Yang Maha Kuasa, sujud bersimpuh
mengharap damai dan keridhaan Sang Khalik. Karena dengan kasih sayang_Nya
jualah sehingga kita masih bisa bernafas dan berdiri di muka bumi ini.
kejadian-kejadian yang ada hanyalah disetting sedemikian rupa, agar kita ingat
dan kembali pada_nya.
Sebagai manusia yang berfikir, manusia hendaknya menjadikan aktivitasnya menjadi sesuatu yang berguna dan ladang amal bagi kehidupan di akhiratnya kelak. dan adapun peristiwa-peristiwa tadi, mau baik, buruk, sedih, gembira, memalukan, aneh, lucu, dsb akan terasa lebih indah jika kita menikmatinya dan mampu memetik hikmah dari kejadian yang ada. bener loh, kesedihan pun akan menjadi lebih indah dan eksotik jika kita mampu mengelolanya lebih baik, bahkan bisa memicu kekuatan bawah sadar kita untuk tetap fight dalam menjalani hidup. Karena semuanya akan menjadi kisah klasik yang akan menjadi warna dalam catatan biografi kita.
Salam
-Oneal-
Sebagai manusia yang berfikir, manusia hendaknya menjadikan aktivitasnya menjadi sesuatu yang berguna dan ladang amal bagi kehidupan di akhiratnya kelak. dan adapun peristiwa-peristiwa tadi, mau baik, buruk, sedih, gembira, memalukan, aneh, lucu, dsb akan terasa lebih indah jika kita menikmatinya dan mampu memetik hikmah dari kejadian yang ada. bener loh, kesedihan pun akan menjadi lebih indah dan eksotik jika kita mampu mengelolanya lebih baik, bahkan bisa memicu kekuatan bawah sadar kita untuk tetap fight dalam menjalani hidup. Karena semuanya akan menjadi kisah klasik yang akan menjadi warna dalam catatan biografi kita.
Salam
-Oneal-
Makassar, 12 Mei 2009
Kamis, 25 Agustus 2016
Let's do together......!!!!
Bismillah.....
Aktifitas padat dan berulang sehari-hari kadang membuat tubuh dan pikiran menjadi penat. Tuntutan pekerjaan di kantor yang menumpuk ditambah kewajiban sebagai ibu rumah tangga yang wajib melayani kebutuhan suami dan anak-anak juga dapat memperberat beban seorang IRT yang nyambi jadi abdi negara.
Salah satu cara membuang penat dan melepaskan keluh kesah, selain kepada Allah swt, pasangan, juga dapat dilakukan dengan menulis. Menulis adalah kegiatan yang sering dikerjakan oleh setiap orang, di sekolah, di kantor, di rumah.... di kertas, di papan, di media sosial, bahkan di hatimu..... eeeeaaaaa. Percaya atau tidak, namun menulis dapat memberikan relaksasi pikiran...
Aktifitas "menulis" sudah lama kulakoni, tepatnya waktu SMP, yang dimulai dari menulis diary, membuat lagu, hingga membuat naskah kabaret yang sudah sering dipentaskan. Boleh dibilang, tiada hari tanpa menulis.... Namun, entah mengapa sejak menikah dan memiliki 3 orang anak, hasrat untuk menulis seolah menguap dan menghilang.
Beruntung di Institut Ibu Profesional (IIP) Sulsel terbuka kesempatan untuk melatih dan mengasah kemampuan menulis bagi ibu-ibu luar biasa di Rumah Belajar (Rumbel) Menulis. Seolah gayung bersambut, tak menyia-nyiakan kesempatan ini, mengorek kembali nalar-nalar yang terkubur untuk kembali mampu mengolah inspirasi kehidupan menjadi untaian kata sarat makna. Bersama-sama membangun koneksi tanpa merasa yang satu lebih mahir dari yang lain... bersama-sama mengamati fenomena sosial dan dinamika tumbuh kembang anak... bersama-sama berkomitmen menjadi ibu profesional yang bahagia serta mampu membahagiakan keluarga.... daaaann......bersama-sama menjadi manusia yang paling bermanfaat bagi sesama....
Aamiin.....
Aktifitas padat dan berulang sehari-hari kadang membuat tubuh dan pikiran menjadi penat. Tuntutan pekerjaan di kantor yang menumpuk ditambah kewajiban sebagai ibu rumah tangga yang wajib melayani kebutuhan suami dan anak-anak juga dapat memperberat beban seorang IRT yang nyambi jadi abdi negara.
Salah satu cara membuang penat dan melepaskan keluh kesah, selain kepada Allah swt, pasangan, juga dapat dilakukan dengan menulis. Menulis adalah kegiatan yang sering dikerjakan oleh setiap orang, di sekolah, di kantor, di rumah.... di kertas, di papan, di media sosial, bahkan di hatimu..... eeeeaaaaa. Percaya atau tidak, namun menulis dapat memberikan relaksasi pikiran...
Aktifitas "menulis" sudah lama kulakoni, tepatnya waktu SMP, yang dimulai dari menulis diary, membuat lagu, hingga membuat naskah kabaret yang sudah sering dipentaskan. Boleh dibilang, tiada hari tanpa menulis.... Namun, entah mengapa sejak menikah dan memiliki 3 orang anak, hasrat untuk menulis seolah menguap dan menghilang.
Beruntung di Institut Ibu Profesional (IIP) Sulsel terbuka kesempatan untuk melatih dan mengasah kemampuan menulis bagi ibu-ibu luar biasa di Rumah Belajar (Rumbel) Menulis. Seolah gayung bersambut, tak menyia-nyiakan kesempatan ini, mengorek kembali nalar-nalar yang terkubur untuk kembali mampu mengolah inspirasi kehidupan menjadi untaian kata sarat makna. Bersama-sama membangun koneksi tanpa merasa yang satu lebih mahir dari yang lain... bersama-sama mengamati fenomena sosial dan dinamika tumbuh kembang anak... bersama-sama berkomitmen menjadi ibu profesional yang bahagia serta mampu membahagiakan keluarga.... daaaann......bersama-sama menjadi manusia yang paling bermanfaat bagi sesama....
Aamiin.....
Langganan:
Postingan (Atom)



